RADAR dePlantation.com, Volume 2: Nomor 02 – Januari 2021

Kina merupakan salah satu komoditas tanaman perkebunan di Indonesia yang memiliki prospek bisnis yang cukup menjanjikan di pasar Internasional dan domestik. Kina memiliki banyak manfaat bagi manusia. Di samping sebagai bahan baku obat, kina juga dimanfaatkan sebagai bahan baku kosmetik, minuman penyegar, katalis, dan industri penyamakan. Dalam periode lima tahun, yaitu pada 2009 – 2013 telah terjadi pergeseran penggunaan garam kina dari industri farmasi ke industri kimia. Tulisan ini disusun untuk memberikan gambaran proyeksi kinerja komoditas kina pada jangka pendek dan menengah dan strategi yang dapat ambil untuk tetap mempertahankan daya saing di tengah dinamika komoditas kina. Kinerja perdagangan komoditas kina selama 2020-2025 diperkirakan cenderung relatif tetap dan stabil, bahkan berpotensi meningkat dalam jangka pendek ke depan terkait kebutuhan bahan baku kina dunia selama masa pandemi Covid-19. Sebaliknya kinerja on farm kina Indonesia selama 2020-2025 diperkirakan luas areal dan produksi kina Indonesia dari perkebunan besar relatif stagnan apabila tidak dilakukan kegiatan revitalisasi, replanting, rehabilitasi, intensifikasi dan ekstensifikasi kebun kina. Di sisi lain, kinerja off farm dan perdagangan garam kina diperkirakan cukup dinamis yang cenderung mengalami peningkatan, untuk memenuhi kebutuhan pasokan industri kina terutama di pasar internasional. Proyeksi harga kina dunia diperkirakan cenderung tinggi dan kompetitif disesuaikan dengan kandungan %KS7-nya. Berbagai kebijakan dan strategi produksi dan perdagangan kina di Indonesia dan lingkup PTPN diutamakan pada upaya untuk mensubstitusi impor bahan baku dan pencegahan hilangnya atau alih fungsi perkebunan kina di Indonesia diantaranya meliputi pelestarian plasma nutfah kina, peningkatan produktivitas kebun (revitalisasi, replanting, rehabilitasi, intensifikasi, ektensifikasi) sesuai potensi varietas kina, optimalisasi pemanfaatan sumber daya lahan  PHBM untuk kina rakyat, peningkatan kapasitas pabrik, perbaikan mutu dan pengolahan, penguatan strategi kolaborasi penelitian dengan institusi pendidikan dan litbang lainnya terkait pemanfaatn molecular farming dan IoT pada perkebunan kina, penguatan peluang kerjasama dalam diversifikasi produk kina (farmasi dan kimia) dengan pihak swasta, penguatan akses kerjasama investasi dan pasar dengan swasta, penguatan dan perbaikan kelembagaan rantai nilai kina, hingga pendampingan perdagangan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Mohon masukkan komentar Anda
Mohon masukkan nama Anda