RADAR dePlantation.com, Volume 1: Nomor 02 – Desember 2020

Budidaya kakao di Indonesia di mulai sejak tahun 1560 di Minahasa, Sulawesi Utara. Namun pada awal tahun 1900an budidaya kakao di Indonesia mengalami penurunan yang sangat signifikan karena serangan hama. Sekitar tahun 1940-an, kakao mulai kembali dibudidayakan dan menyebar tidak hanya di Sulawesi namun juga di daerah-daerah lainnya. Penyebaran budidaya kakao di Sulawesi Tenggara di mulai sejak tahun 1985 dari Petani Kakao dari Sulawesi Selatan yang merantau ke Sulawesi Tenggara dan membuka lahan perkebunan kakao. Sejak tahun 1990-an hingga awal 2000-an budidaya kakao sangat berkembang subur di Sulawesi Tenggara dan merupakan salah satu sumber penghasilan masyarakat/ petani kakao. Namun sekitar tahun 2005 produktivitas kakao di Sulawesi Tenggara mulai mengalami penurunan yang disebabkan umur tanaman yang sudah tua. Sehingga pada tahun 2009 Pemerintah menginisiasi Gerakan Nasional Kakao/ Gernas Kakao sebagaimana juga dilakukan di berbagai kabupaten di Sulawesi, Sumatra, Jawa, dan Nusa Tenggara. Program ini dilakukan untuk menunjang produktivitas tanaman kakao akibat umumnya umur tanaman sudah tua (ditanam sejak tahun 1980-an). Namun Gernas Kakao hanya mencangkup sebagian kecil areal Kakao di Indonesia, dan masih banyak areal kakao yang masih membutuhkan peremajaan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Mohon masukkan komentar Anda
Mohon masukkan nama Anda