Pada edisi kali ini tim Deplantation berkesempatan untuk mewawancarai Dr. Tri Panji, MSi dari Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI). Salah satu penelitian yang Beliau kerjakan adalah Spirulina. Spirulina adalah mikroalga hijau biru (blue green microalgae) yang banyak digunakan sebagai food supplement. Spirulina berbentuk spiral dengan panjang sekitar 100 mikron atau 0,1 mm, sehingga perlu mikroskop untuk dapat melihat spirulina dengan jelas. Spirulina mengandung pigmen hijau (klorofil) dan biru (fikosianin), spirulina juga mengandung pigmen berwarna orange dari kelompok senyawa karotenoid (ksantofilik/ xanthophyllic). Spirulina ada yang tumbuh di lingkungan air tawar (fresh water) dan ada pula yang hidup di air laut, namun yang dikembangkan di PPBBI adalah fresh water Spirulina. Spirulina banyak dikembangbiakkan untuk diambil bahan aktifnya yang bermanfaat untuk kesehatan, pangan dan pakan.

Spirulina Bubuk Produksi dari PPBBI

Spirulina dapat dibiakkan dalam media sintetik atau buatan, maupun media produk samping perkebunan, antara lain serum lateks dan limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS). Pada kedua media produk samping perkebunan yang tidak mengandung logam berat ini, Spirulina dapat tumbuh dengan baik, mampu mengurangi kadar polutan organik dan menghasilkan biomassa yang bermanfaat sebagai suplemen pangan maupun pakan. Spirulina dapat digunakan untuk bahan aktif pakan ikan hias agar ikan hias yang memiliki warna dominan merah-kuning menjadi berwarna cerah. Dengan memanfaatkan produk samping perkebunan, maka lingkungan tetap bersih sekaligus dihasilkan produk inovatif bernilai jual tinggi dan mengurangi kebutuhan impor produk spirulina.

Dr. Tri Panji, MSi Peneliti Spirulina dari PPBBI

Produk biomassa Spirulina yang mutunya bagus digunakan sebagai food supplement, sedangkan yang mutunya lebih rendah digunakan sebagai suplemen pakan ternak atau ikan. Dengan mengkonsumsi Spirulina sebagai food supplement, badan akan menjadi sehat karena hampir semua vitamin ada di dalam biomassa spirulina, kecuali Vitamin C. Tidak heran jika ada produk food suplemen yang dibuat dengan campuran Spirulina dan vitamin C untuk memperoleh suplemen kesehatan yang lengkap. Spirulina juga mengandung minyak omega-3 (asam alfa linolenat) dan omega-6 (asam gamma linolenat) yang berfungsi untuk memperbaiki profil lemak darah dan menurunkan kadar kolesterol darah. Kandungan protein biomassa Spirulina (Spirulina kering) sekitar 60-70% atau sekitar  5 kali dibandingkan kadar protein daging sapi. Kadar zat besi Spirulina sekitar 600 kali dibanding bayam segar. Ini berarti Spirulina bagus untuk suplemen pangan bagi anak yang kurang vitamin dan nutrisi. Untuk Spirulina khusus pakan (feed grade) yang ditambahkan pada pakan ikan hias sebanyak 0,5-1% membuat  warna ikan hias lebih berwarna merah cerah dan lebih menarik. Pemberian Spirulina  feed grade 0.5 -1% pada pakan ayam petelur akan membuat telur ayam memiliki kuning telur yang berwarna merah-kuning dengan yolk color fan index mencapai 8-11.

Dr. Tri Panji, MSi Berfoto di depan tempat produksi Spirulina di PPBBI, Bogor

Spirulina juga baik untuk kulit /wajah. Hal ini disebabkan Spirulina mengandung GLA (Gamma Linoolenic Acid) yang berfungsi untuk menjaga kelembaban kulit. Kandungan enzim SOD (Super Oxide Dismutase) yang merupakan enzim penangkal oksidasi dan  fikosianin yang berfungsi sebagai antioksidan, keduanya bermanfaat untuk menjaga kulit dari efek kerusakan kulit akibat sinar UV dan radikal bebas yang ada di sekitar kita. Bahan-bahan aktif ini yang berperan dalam masker wajah maupun kosmetika yang dibuat dari spirulina. Efek samping Spirulina boleh dibilang tidak ada. Konsumsi berlebihan mungkin akan menyebabkan konsumen menjadi merasa enak makan, yang jika tidak mengendalikan pola makannya mungkin akan mengalami kenaikan berat badan. Kasus ini jarang terjadi, tetapi dapat terjadi pada orang yang tidak biasa mengendalikan pola makannya. Tanpa konsumsi Spirulina-pun, makan yang berlebihan akan beresiko menaikkan berat badan. Spirulina tidak memicu kenaikan berat badan jika pola makan tetap diatur seperti halnya saat tidak mengkonsumsi Spirulina.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Mohon masukkan komentar Anda
Mohon masukkan nama Anda